Karyawan mengalami demotivasi? Ini yang perlu dilakukan !

Sebagai karyawan terkadang kita juga mengalami rasa jenuh dan bosan dalam menempuh karir, sehingga hal ini juga dapat mengganggu kinerja kita dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Ciri-ciri tersebut merupakan tanda bahwa kita mengalami demotivasi.

Apa yang dimaksud demotivasi? Demotivasi adalah sebuah keadaan di mana kita tidak merasa semangat dalam melakukan sesuatu. 

Umumnya demotivasi terjadi saat kita mengalami burn out dan merasa tidak ada ide sama sekali, walaupun sebenarnya kita ingin segera menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Demotivasi yang terjadi pada karyawan tidak boleh diremehkan begitu saja, karna hal itu bisa menghambat karir kedepannya. Oleh karena itu, sebagai atasan atau manajer harus menemukan solusi untuk mengatasinya.

Bagaimana ciri-ciri karyawan mengalami demotivasi?

Karyawan yang mengalami demotivasi biasanya menunjukkan beberapa tanda-tanda, antara lain: sering telat hadir dan selalu terlihat lelah, menyerah dengan cepat saat terlibat dalam tugas yang kompleks.

Lalu terkadang membuat komentar yang sarkastis tentang perusahaan, hanya diam dalam rapat dan tidak berpartisipasi aktif dalam sebuah diskusi.

Tips yang perlu dilakukan oleh manajer untuk menangani demotivasi karyawan:

Gambar : Unsplash.com

1. Menjadi pemimpin yang transparan, suportif dan memberi ruang untuk berkembang

Menjadi sebuah manajer yang memimpin para karyawan, perlu untuk mengembangkan keterampilan kepimpinan. Karena jika tidak demikian, maka akan kesulitan untuk menghadapi karyawan yang memiliki karakter berbeda-beda.

Perlu kalian ketahui, jangan menganggap sebuah keterampilan kepemimpinan manajer adalah bawaan. Berikan pelatihan manajemen bagi mereka yang dipromosikan dan juga perlu memberikan dukungan serta pengembangan yang berkelanjutan.

2. Mengkomunikasikan tujuan dan regular feedback

Komunikasi merupakan kunci dalam sebuah hubungan antara atasan dan karyawan. Adanya miskom dapat menimbulkan permasalahan dan menghambat sebuah pekerjaan.

Maksud tujuan yang harus dikomunikasikan di sini adalah tujuan yang bersifat realistis dan terukur. Menjadi seorang manajer, harus mampu memastikan bahwa tim anda tahu bagaimana mereka bisa berkontribusi untuk perusahaan.

Dengan demikian, mereka akan mengetahui betapa berharga dan pentingnya upaya mereka.

Lalu regular feedback dapat dilakukan dengan cara mengadakan oneonone meeting, team meeting, serta penilaian kinerja karyawan.

Menyukai artikel ini ? Yuk, baca juga:

Tak Nyaman Bekerja? Simak 5 Tanda Kamu Perlu Resign dari Perusahaan

Mengenal CSR (Corporare Social Responsibility) Lebih Dekat

Menghindari Gaya Hidup Konsumerisme di Era Modern

3. Mengakui tantangan

Perlu diketahui bahwa karyawan sangat mudah untuk menjadi demoralisasi saat mereka merasa terjebak.

Oleh karena itu, manajer harus mampu mengakui tantangan dan mencari solusi bersama-sama sebagai sebuah tim.

Kamu tidak harus memperbaiki semuanya dari awal, tetapi bersedia mendengarkan permasalahan karyawan dan berempati akan sangat membantu mereka.

4. Membangun kepercayaan

Sebagai seorang manajer, mendapat kepercayaan dari karyawan merupakan hal terpenting. Oleh karena itu, usahakan tindakanmu selaras dengan ucapanmu tidak hanya sekali, namun sepanjang waktu.

Karena kepercayaan karyawan adalah sebuah pilar utama yang harus kamu jaga.

Jika manajer tidak mendapat kepercayaan, maka ia akan kesulitan saat membutuhkan bantuan dari karyawannya.

Keempat tips di atas dapat membantu para manajer atau atasan yang sedang menghadapi karyawannya yang mengalami demotivasi. Motivasi tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena hilangnya motivasi akan menggangu kinerja para karyawan. Semoga tips di atas membantu~

Penulis : Nabila Zihda Nur Azizah

Editor : Syahrani Alifia

Referensi Gambar : unsplash.com

Referensi Tulisan :

Ika Resaliya. Penyebab Demotivasi dan Cara Mengatasinya. (diakses pada 21 Oktober 2021)

Glints.Id. Instagram.com. (diakses pada 21 Oktober 2021)

  • Transition Words: Firstly. Secondly. Thirdly. Fourthly. After That. Moreover. In conclusion. Therefore. In other words. However. For instance. Above all. In addition. Similarly. Also. Altogether. Another. Basically. Above all. After all. Because. Before. Besides. But. Certainly. Therefore. Chiefly. Comparatively. In addition. Concurrently. Consequently. Contrarily. Conversely. Altogether. Another. Basically. Above all. After all. Because. Before. Besides. Additionally. Again. Also. And. As well. Besides. Equally important. Further. Furthermore. Then.
  • Share this post

Comments

Leave a Comment