Pendiri Flip, Ubah Keresahan Menjadi Usaha Sukses

Sobat Yaasmin apakah pernah kamu mendengar FLIP ? Apakah kamu pernah ingin transfer seseorang namun sayangnya bank nya berbeda. Hal ini membuat kamu akan terkena biaya admin. 

Kurang lebih, Rp 6.5000 hilang begitu saja. Bila sering memiliki teman atau rekan yang memiliki bank berbeda, berapa biaya yang terbuang hanya untuk transfer antar bank?

Tak perlu khawatir! sekarang ada aplikasi FLIP. Apikasi yang memungkinkan mu transfer antar bank secara gratis.

 Siapa ya kira-kira orang-orang dibalik aplikasi yang membantu ini? Yuk simak cerita pendiri aplikasi FLIP berikut ini!

Tertarik dengan topik ini ? Yuk baca juga :

5 Tools Untuk Mempermudah Data Analisis

Strategi Inbound Marketing

Jaringan Seluler: Sudah Lima Generasi (5G)

Cerita Dibalik Aplikasi FLIP

Berawal dari Keresahan Bersama

Modern Asian man in jacket and glasses looking at laptop and screaming with mouth wide opened on white background
Gambar : Pexels.com

Cerita dibalik aplikasi ini diawali dengan pertemanan tiga mahasiswa. Mereka adalah Rafi Putra Arriyan, Ginanjar Ibnu Solikhin dan Luqman Sungkar.

Saat itu, mereka sering bermain bersama dan saling meminjam uang. Saat ingin mengganti uang yang dipinjam, mereka selalu terkena biaya admin. Hal ini karena ketiganya menggunakan bank yang berbeda-beda. 

Mulai dari pengalaman sederhana dalam pertemanan itu, mereka berpikir bagaimana cara bisa transfer antar bank tanpa biaya. Keresahan ketiganya malah menghasilkan ide yang hebat. 

Awalnya Dipakai Kalangan Teman

Gambar : Pexels.com

Rafi, selaku CEO dari FLIP mengaku awalnya aplikasi ini hanya dipakai teman-temannya di kampus. Kemudahan ini lalu disebarkan mulut ke mulut oleh temannya yang merasa terbantu.  Saat itu, penggunanya hanya 100 orang.

Bahkan saat itu mereka hanya menggunakan website sederhana dan  Google Form untuk pendataan dan penyebaran informasi. Mereka berawal dari kecil dan menjalani prosesnya.

Sempat Tidak Memiliki Izin 

From above of small metal lock on chain attached to shabby net mesh fence in autumn park
Gambar : Pexels.com

Sebelum seperti sekarang, aplikasi transfer dana sempat tidak diberi izin oleh  Bank Indonesia (BI). Prosesnya pun cukup panjang. Rafi mengaku, mereka hampir menyerah pada pendirian aplikasi ini. 

Tentu, memasuki ranah finansial memerlukan serangkaian prosedur yang harus dipenuhi dan kemantapan.

Namun, dengan kegigihan dan semangat, FLIP mendapat izin penggunaan oleh bank sentral. 

Pernah Kehabisan Dana

Person Holding Black Desk Calculator
Gambar : Pexels.com

Menjadi start-up yang perkembangannya pesat, mereka juga pernah kehabisan uang untuk melanjutkan usaha dan sampai meminjam dengan startup lain.

Kehabisan uang yang dimaksud, mereka tidak memiliki saldo yang cukup untu meneruskan dana. 

Ketiga serangkai ini tidak panik dan tetap berjuang untuk menyelesaikan gejolak itu. Bila mereka larut dalam kepanikan hingga tak mampu berpikir jernih, mereka bisa saja salah langkah dan tidak berhasil menyelamatkan aplikasi dirian mereka.

Melalui kejadian saldo habis, mereka jadi belajar untuk mengelola angka minimal di tiap rekening. Mereka menjadikan pengalaman terdesak mereka jadi pelajaran.

Penutup

Sobat Yaasmin, terkadang apa yang menjadi keresahan kita bisa menjadi awal mula kesuksesan. Cobalah melihat keresahan itu lebih seksama agar menjadi inspirasi. Melalui cerita pendiri FLIP, kita tahu pendirinya pun tidak langsung meraih keberhasilan loh!

Merintis sesuatu baik itu karier, bakat, tidak ada yang instant. Semua ada jatuh bangun! Disitulah kamu dapat belajar dan terus berkembang. 

Tidak ada seorang yang terlahir bisa semuanya, asal mau belajar dan berjuang seiring waktu pasti bisa. Semoga setelah membaca ini kita semakin semangat! 

Penulis : Gisela Jasica Gunawan

Editor : Syahrani Alifia

Sumber gambar : Twitter.com

Referensi Tulisan:    

Pratama, Aditya Hadi. Pasang Surut Flip, Startup yang Sempat Ditutup oleh Bank Indonesia. Diakses pada 13 Oktober

Laucerone, Sylke Febrina. Pasang Surut Flip, Startup yang Sempat Ditutup oleh Bank Indonesia. Diakses pada 13 Oktober

  • Transition Words: Firstly. Secondly. Thirdly. Fourthly. After That. Moreover. In conclusion. Therefore. In other words. However. For instance. Above all. In addition. Similarly. Also. Altogether. Another. Basically. Above all. After all. Because. Before. Besides. But. Certainly. Therefore. Chiefly. Comparatively. In addition. A. Consequently. Contrarily. Conversely. Altogether. Another. Basically. Above all. After all. Because. Before. Besides. Additionally. Again. Also. And. As well. Besides. Equally important. Further. Furthermore. Then.
  • Share this post

Leave a Comment